Jadilah Pengusaha yang Lapang Dada (Jangan Marah-Marah Terus)

By: Johny Rusly – Small Business & Entrepreneur Blogger

Menjadi pengusaha artinya menghadapi banyak masalah. Semua masalah, yang tidak terselesaikan di anak buah, akan mengalir ke atas dan menjadi masalah bagi pengusaha.

Tugas Anda, sebagai pengusaha, adalah menghadapi masalah, dan menyelesaikannya.

Tetapi, terkadang masalah itu datang begitu banyak, bertubi-tubi dan sekaligus.

Pengusaha seperti ditembaki dengan senapan mesin, yang setiap peluru adalah  masalah yang harus diselesaikan dengan urgent.

Dalam hal ini, apa yang akan Anda lakukan?

****************

Pagi ini benar-benar menjadi pagi yang buruk bagi saya. Masih enak2 tertidur, saya dibanguni istri. Pipa bocor katanya. Ternyata, keran air di dapur pecah, entah karena sudah lama, entah karena kualitasnya jelek, yang pasti, keran airnya sekarang jatuh, teronggok di lantai, diatas genangan air dimana-mana. Dapur sudah banjir karena air yang keluar laksana air mancur dari keran bocor. Di rumah, kita memakai toren penampung air di atas. Tidak ada yang dapat saya lakukan selain mematikan aliran air dari toren dan memanggil tukang. Tetapi tukang bisanya di siang menjelang sore, artinya, tidak ada air buat masak dan cuci buat pagi ini.

 

Masih sedikit kesal, saya berangkat ke kantor saya di Kotakpensil.com. Sesampainya di kantor saya langsung di sambut dengan dua berita buruk. Pertama, kiriman sedang banyak dan ternyata supir tidak masuk hari ini (pernah mengalami seperti ini ?). Apalagi, pelanggan sudah marah2 minta kiriman cepat dan supir tidak masuk hari ini … Apa yang harus kita katakan pada pelanggan?

Kedua, tugas2 yang seharusnya sudah selesai dari kemarin ternyata belum dikerjakan oleh team. Dulu, menghadapi hal seperti ini di Sinar Mas, pasti membuat saya meledak. Tetapi kali ini tidak.

Setetes racun yang jatuh ke hati yang sempit,
Sesempit cangkir kopi kecil,
akan meracuni seluruh jiwa raga.

Setetes racun yang sama,
yang jatuh ke hati yang lapang, selapang lautan,
akan hilang terurai di keluasan samudra.

Seiring dengan bertambahnya usia, saya belajar untuk menjadi sedikit lebih bijak, dan lebih sabar.

Sabar artinya melapangkan dada.

Semua masalah – masalah yang ada, adalah racun dalam pikiran kita.

Kita tidak dapat mencegah racun pikiran itu terjadi.

Tetapi kita dapat untuk belajar melapangkan dada.

Ketika setetes racun itu jatuh ke hati yang sempit, sesempit cangkir kopi kecil, maka racun menjadi akan menjadi racun dengan konsentrasi tinggi dan akan meracuni seluruh jiwa raga Anda.

Saya yang dulu, pasti akan rusak satu hari karena kejadian – kejadian itu. Masalah pagi akan terbawa ke siang, dari siang ke sore dan dari sore ke malam hari.

Tetapi, saya belajar untuk melapangkan dada.

Setetes racun yang sama, yang jatuh ke hati yang lapang, selapang lautan, akan hilang terurai di keluasan samudra.

Jika dada saya lapang, dan hati saya besar, racun tersebut tidak akan membahayakan saya, karena konsentrasinya akan terurai dan menjadi tidak berarti dalam hidup saya.

Membuka Pintu Maaf

Hati yang sempit menyimpan dendam.
Hati yang lapang gampang memaafkan.

Lapangkah dada Anda,
Luaskan pintu maaf Anda

Maka,
racun kehidupan apapun,
kata – kata yang seberapun menyakitkan,
perbuatan – perbuatan yang tidak menyenangkan,
tidak akan berdampak pada Anda.

Saya menenangkan diri, melarutkan racun dalam pikiran ke hati yang lapang, membuka pintu maaf, dan segala sesuatu mulai terlihat jelas.

Keran bocor di rumah adalah kejadian yang lumrah terjadi. Memang, tidak menyenangkan tidak bisa masak atau cuci di rumah, tetapi itu hanya sementara. Solusinya adalah cepat memanggil tukang dan masalah akan selesai.

Karyawan sakit dan tidak masuk kerja adalah hal lumrah. Kita juga tidak dapat mencegah hal itu. Siapa sih yang mau sakit?

Yang dapat saya kerjakan adalah memanggil meeting staf Kotakpensil yang mengatur pengiriman, dan kita atur ulang semua pengiriman ke pelanggan. Masalah selesai tanpa rasa kesal atau marah-marah.

Team yang belum mengerjakan apa – apa … ini yang biasa memicu kemarahan saya. Saya pernah memecat satu tim di Sinar LG dulu karena tidak perform. Tetapi itu dulu.

Sekarang, saya ajak mereka untuk duduk bersama untuk mencari inti masalah, dan segala sesuatu menjadi terang benderang.

Team saya belum memahami apa yang mau dikerjakan. Jadi, mereka bersikap pasif menunggu. Di Kotakpensil.com, kami selalu mencoba bergerak in advance, menerapkan teori -teori managemenet terbaru (ini yang akan saya bagikan juga buat anda disini) dan team saya belum benar – benar mengerti. Sebenarnya mereka sedang stuck disitu.

Kotakpensil, sebagai perusahaan UKM yang dikelilingi oleh perusahaan-perusahaan besar, seperti ikan kecil yang dikelilingi ikan – ikan besar, kita hanya dapat selamat jika bergerak gesit (agile) dan inovatif.

Dalam pertarungan bisnis yang kejam saat ini, bukan perusahaan besar atau perusahaan kuat yang akan selamat, tetapi mereka yang dapat beradatapsi dengan lingkungan, yang akan selamat dari bisnis.

Seperti yang dikatakan Prof. Rhenald Kasali, sudah merupakan hal umum, ketika perusahaan raksasa dikalahkan oleh perusahaan kecil yang sangat inovatif dan agile (gesit).

Dan kita, sebagai perusahaan UKM, harus agile dan inovatif.

Dalam meeting terungkap, bahwa mereka belum sepenuhnya memahami konsep baru dan segala sesuatu menjadi mudah.

Solusinya adalah membuat jadwal training ulang dan saya harus memastikan mereka untuk memahami dan menguasai konsep.

**********************

Hari ini, saya mengawali dengan kejadian-kejadian buruk.

Tetapi, saya belajar untuk membuka hati saya, untuk berlapang dada, untuk berbesar hati, dan menerima masalah – masalah itu dengan gembira.

Sesungguhnya, masalah itu ada di dalam kita, dalam pikrian kita, dalam sudut pandang kita.

Tinggal bagaimana Anda memandang masalah tersebut, apakah sebagai suatu kutukan, sebagai racun atau sebagai sebuah tugas yang harus diselesaikan?

Masalah itu sebenarnya sama.

Yang berbeda adalah penerimaan Anda.

Jika kita berhati sempit, maka masalah kecil akan menjadi racun dalam diri Anda.

Rasa dendam, marah, patah hati, kecewa, semua adalah racun dalam diri Anda.

Tetapi,

Jika Anda berlapang dada, menerima semua dengan hati yang ikhlas, membuka pintu maaf, maka semua masalah akan selesai dengan mudah.

Pilihan ada ditangan Anda.

Sebagai penutup, berikut saya tuliskan pointer – pointer yang kita bahas diatas;

Setetes racun yang jatuh ke hati yang sempit,
Sesempit cangkir kopi kecil,
akan meracuni seluruh jiwa raga.

Setetes racun yang sama,
yang jatuh ke hati yang lapang, selapang lautan,
akan hilang terurai di keluasan samudra.

Hati yang sempit menyimpan dendam.
Hati yang lapang gampang memaafkan.

Lapangkah dada Anda,
Luaskan pintu maaf Anda

Maka,
racun kehidupan apapun,
kata – kata yang seberapun menyakitkan,
perbuatan – perbuatan yang tidak menyenangkan,
tidak akan berdampak pada Anda.

(Sumber: Lapang Dada – JohnyRusly.com)

Semoga bermanfaat!

Salam Entrepreneur!

Johny Rusly

Small Business & Entrepreneur Blogger

Ps #1: Bantu share artikel ini ya …

Ps #2: Lihat artikel menarik lainnya di JohnyRusly.com – Small Business & Entrepreneur Blog – Dari Praktisi untuk Praktisi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *